16 Jan 2026 Muhammad Iqbal Iskandar

Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko: Contoh dan Prosedurnya

Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sudah menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional. Setiap aktivitas kerja seperti pembersihan, perawatan fasilitas, dan operasi harian gedung berpotensi menimbulkan bahaya yang dapat berdampak pada kesehatan, keselamatan, maupun aset perusahaan. Untuk mencegah risiko tersebut, proses identifikasi bahaya dan penilaian risiko menjadi langkah yang wajib dilakukan.

Akan tetapi, banyak perusahaan masih fokus pada SOP tanpa memahami bahwa setiap prosedur harus didukung evaluasi risiko yang terukur. Area kerja yang licin, penggunaan bahan pembersih kimia, hingga pengoperasian alat mekanis adalah contoh bahaya yang sering terabaikan. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu identifikasi bahaya, mengapa penting, contoh kasusnya, hingga prosedur lengkap termasuk penerapannya pada identifikasi bahaya dan penilaian risiko cleaning service.

Apa itu Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko?

Identifikasi bahaya adalah proses mengenali, mengamati, dan mendokumentasikan setiap potensi bahaya yang dapat menyebabkan cedera, kerusakan, gangguan kesehatan, atau kerugian operasional. Proses ini meliputi bahaya fisik, kimia, biologis, ergonomi, mekanik, hingga lingkungan.

Sementara itu, penilaian risiko adalah proses menganalisis tingkat risiko dari setiap bahaya berdasarkan dua aspek utama, yaitu likelihood (kemungkinan terjadinya bahaya) dan severity (keparahan dampak ketika bahaya terjadi). Hasil penilaian risiko kemudian digunakan untuk menentukan tingkat risiko (rendah, sedang, tinggi) dan langkah pengendalian yang paling tepat.

Dalam konteks K3, kedua proses ini merupakan bagian utama Sistem Manajemen K3 (SMK3). Proses ini juga menjadi elemen penting pada identifikasi bahaya dan penilaian risiko cleaning service, yang memiliki paparan pekerjaan fisik, chemical handling, penggunaan alat mekanis, serta area licin.

Mengapa Identifikasi Bahaya K3 itu Penting?

Terdapat beberapa faktor utama mengapa identifikasi bahaya K3 sangat penting, yaitu:

Mencegah Kecelakaan Kerja

Identifikasi bahaya dapat memetakan risiko sejak awal. Dengan mengetahui kondisi berbahaya seperti lantai licin atau paparan bahan kimia, perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan kecelakaan kerja.

Memenuhi Regulasi Pemerintah dan Standar Internasional

Regulasi mewajibkan setiap perusahaan untuk melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko secara berkala, terutama pada pekerjaan yang melibatkan bahan kimia dan alat pembersih.

Mengurangi Kerugian Operasional

Tanpa sistem K3 yang baik, kecelakaan dapat menyebabkan kerusakan fasilitas, biaya perawatan, hingga kompensasi bagi pekerja.

Meningkatkan Budaya Keselamatan Kerja

Ketika identifikasi bahaya dilakukan secara rutin, kesadaran keselamatan di kalangan karyawan akan meningkat, dan lingkungan kerja menjadi lebih aman serta produktif.

Apa Saja Contoh Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko?

Berikut beberapa contoh identifikasi bahaya dan penilaian risiko, termasuk pada operasional cleaning service berdasarkan:

Bahaya Fisik

Risiko fisik yang umum terjadi adalah terpeleset akibat lantai basah saat pengepelan. Penilaian risiko dilakukan dengan melihat tingkat mobilitas orang, jenis lantai, serta waktu pengerjaan. Jika risikonya tinggi, pencegahan dilakukan dengan memasang rambu “Wet Floor,” memilih waktu pembersihan yang lebih aman, dan menerapkan teknik pengepelan yang mempercepat pengeringan lantai.

Bahaya Kimia

Bahan pembersih yang keras dapat menimbulkan iritasi atau gangguan pernapasan. Risiko dapat dilihat dari kekuatan bahan dan ventilasi ruangan. Pencegahan meliputi penggunaan APD, penyimpanan yang benar, serta pemahaman MSDS.

Bahaya Ergonomi

Mengangkat atau mendorong peralatan berat berpotensi menyebabkan cedera otot. Penilaian risiko ditinjau dari berat beban dan frekuensi kerja. Pencegahannya adalah penggunaan alat bantu, teknik angkat yang benar, dan rotasi tugas.

Bahaya Listrik

Penggunaan alat listrik di area lembap berisiko menyebabkan sengatan listrik. Risiko dapat dilihat dari kondisi kabel dan kelembapan sekitar. Pencegahannya termasuk inspeksi alat, memastikan grounding baik, dan menghindari penggunaan alat di permukaan basah.

Bahaya Biologi

Membersihkan toilet dan area sampah berisiko paparan bakteri atau virus. Risiko dilihat dari tingkat kontaminasi area. Pencegahannya adalah penggunaan APD, prosedur disinfeksi tepat, dan pemisahan alat untuk area berisiko tinggi.

Bagaimana Prosedur Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko K3?

Berikut ini adalah prosedur K3 yang disarankan Kemnaker dan panduan OSHA:

Menentukan Ruang Lingkup Pekerjaan

Pertama tentukan area, aktivitas, alat kerja, dan kelompok pekerja yang dinilai. Untuk cleaning service umumnya meliputi lantai, kaca, toilet, pantry, area tinggi, chemical storage, dan loading dock.

Mengumpulkan Informasi Bahaya

Setelah itu, lakukan inspeksi lapangan (walkthrough) dan identifikasi chemical berdasarkan MSDS. Tinjau juga catatan kecelakaan sebelumnya jika ada.

Identifikasi Bahaya

Catat semua bahaya fisik, kimia, biologis, ergonomi, mekanik, hingga lingkungan dan sertakan bukti foto jika diperlukan.

Penilaian Risiko

Tentukan tingkat risiko dengan matriks risiko:

  • Risk = Likelihood × Severity

Kelompokkan hasilnya menjadi risiko rendah, sedang, atau tinggi. Lalu prioritaskan bahaya dengan risiko tinggi untuk tindakan segera.

Pengendalian Risiko

Gunakan hierarki pengendalian berikut, yaitu:

  • Eliminasi (menghilangkan bahaya)
  • Substitusi (mengganti bahan lebih aman)
  • Rekayasa (ventilasi, guard, alat anti-slip)
  • Administratif (SOP, pelatihan, signage)
  • APD (sarung tangan, goggles, sepatu anti-slip)

Dokumentasi dan Komunikasi

Hasil identifikasi dan penilaian harus terdokumentasi dalam form resmi perusahaan. Setelah itu, komunikasikan hasilnya melalui briefing atau safety talk.

Review dan Monitoring Berkala

Revisi jika terjadi insiden, perubahan area kerja, alat baru, atau peningkatan risiko. Audit secara berkala dapat memastikan efektivitas pengendalian tetap terjaga.

Tingkatkan Implementasi K3 di Properti Anda dengan Layanan Cleaning Service Profesional dari MSS!

Lingkungan kerja yang aman dimulai dari proses kebersihan yang benar, penggunaan alat yang tepat, serta pekerja yang memahami prosedur K3. Mitracomm Sumber Sarana (MSS) menyediakan layanan cleaning service profesional dengan standar tinggi, tenaga terlatih K3, penggunaan APD lengkap, serta pengelolaan chemical yang aman sesuai MSDS dan regulasi pemerintah.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi info@mssid.com sekarang!

 


 

Written by
Iqbal Iskandar, SEO Content Writer at Phintraco Group, specializing in research-based and SEO-optimized B2B content on technology, workplace safety, and industrial topics. | Iqbal LinkedIn Profile

Editor: Irnadia Fardila