04 Jul 2025 Muhammad Iqbal Iskandar

Jenis Kecelakaan Kerja, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan di setiap lingkungan kerja. Berbagai jenis kecelakaan kerja, sekecil apa pun bentuknya, dapat berdampak secara signifikan. Dampak ini tidak hanya berupa cedera fisik, tapi bisa juga trauma mental, kerugian finansial, penurunan produktivitas, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap jenis-jenis kecelakaan kerja dalam K3 sangatlah penting dalam upaya pencegahannya.

Kategori kecelakaan kerja, atau klasifikasi kecelakaan kerja dapat dilakukan untuk bisa memahami berbagai penyebab dan cara mencegahnya agar tidak terjadi. Artikel ini akan memberikan panduan komprehensif tentang definisi kecelakaan kerja, apa saja jenis-jenisnya, faktor-faktor penyebabnya, serta strategi pencegahannya. Oleh karena itu, simak artikel berikut ini untuk informasi selengkapnya!

Apa yang Dimaksud dengan Kecelakaan Kerja?

Definisi umum dari kecelakaan kerja adalah suatu kejadian tidak terduga, tidak diinginkan, dan tidak diharapkan yang terjadi dalam lingkungan pekerjaan, yang mengakibatkan cedera pada pekerja, penyakit akibat kerja (PAK), atau bahkan kematian. Menurut UU Permenaker No. 5 Tahun 2021, kecelakaan kerja diartikan sebagai kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat  kerja atau sebaliknya, serta penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

Kecelakaan kerja dapat menyebabkan banyak konsekuensi berupa kerugian fisik (luka ringan hingga berat), psikologis, dan material. Berbeda dengan PAK yang berkembang bertahap akibat paparan faktor risiko di lingkungan kerja, kecelakaan kerja umumnya bersifat mendadak dan tidak direncanakan. Setiap insiden yang terjadi wajib dilaporkan dan diselidiki untuk mengidentifikasi akar penyebabnya, sehingga tindakan dapat dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Apa Saja Jenis Kecelakaan Kerja?

Klasifikasi kecelakaan kerja dapat membantu menganalisis risiko agar lebih terarah dan spesifik. Berikut ini adalah beberapa jenis kecelakaan kerja yang umum terjadi:

Terjatuh

Kecelakaan terjatuh terbagi menjadi dua tingkatan, yaitu jatuh dari ketinggian, atau terpeleset/tersandung/terjatuh di permukaan yang sama. Jatuh dari ketinggian tentu adalah jatuh dari level yang lebih tinggi ke lebih rendah, misalnya dari tangga, scaffolding, atau atap. Sementara terpeleset umumnya disebabkan oleh permukaan licin, tidak rata, atau adanya objek penghalang.

Tertimpa Benda

Jenis ini mengakibatkan cedera akibat benda yang jatuh dan mengenai pekerja. Benda ini bisa berupa alat kerja, material bangunan, atau barang yang disimpan di rak tinggi.

Terbentur, Terpukul, atau Terkena Benda

Kecelakaan ini melibatkan kontak paksa tubuh dengan objek atau peralatan tertentu. Bentuknya bisa berupa benturan dengan benda diam atau benda bergerak.

Terjepit atau Tergilas

Jenis ini terjadi ketika tubuh terjepit, terperangkap, atau tergilas antara dua objek atau lebih, atau di dalam bagian mesin yang bergerak.

Kontak Suhu Ekstrem

Paparan suhu ekstrem juga bisa menyebabkan kecelakaan kerja, misalnya suhu terlalu panas (luka bakar, heat stroke) atau terlalu dingin (hipotermia, frostbite).

Kontak Arus Listrik

Tersetrum akibat kontak dengan sumber listrik bertegangan, pemasangan listrik yang tidak aman, kabel terkelupas, atau peralatan listrik yang rusak.

Kontak Paparan Berbahaya/Radiasi

Paparan bahan kimia (padat, cair, atau gas yang bersifat korosif, toksik, atau iritan), agen biologis (virus, bakteri), atau radiasi pengion atau non-pengion.

Gerakan Berulang/Berlebihan

Cedera akibat melakukan gerakan yang sama berulang-ulang, mengangkat beban terlalu berat, atau mempertahankan postur yang tidak baik dalam waktu lama. Hal ini bisa menyebabkan gangguan otot atau muskuloskeletal (MSD).

Apa Saja Penyebab Macam-macam Kecelakaan Kerja?

Secara umum, penyebab terjadinya macam-macam kecelakaan kerja dapat dibagi menjadi tiga faktor, yaitu faktor manusia, lingkungan dan alat, serta manajemen dan organisasi. Berikut adalah penjelasannya:

Faktor Manusia

Faktor manusia biasanya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan terkait K3, kelalaian mematuhi prosedur, kelelahan fisik atau mental, atau tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Perilaku atau tindakan pekerja yang menyimpan dari prosedur standar keselamatan dapat menyebabkan kecelakaan.

Faktor Lingkungan dan Alat

Kondisi fisik di tempat kerja atau peralatan yang digunakan juga dapat berpotensi menimbulkan bahaya. Contohnya adalah peralatan/mesin yang rusak dan tidak terawat, lingkungan kerja kurang ergonomis, kebersihan dan kerapian yang buruk, bahan atau zat berbahaya yang tidak dikelola, serta kurangnya rambu peringatan/pengamanan.

Faktor Manajemen dan Organisasi

Faktor ini menyangkut kebijakan, sistem, serta budaya K3 yang diterapkan oleh organisasi atau perusahaan. Hal ini meliputi kurangnya komitmen terhadap K3, sistem manajemen K3 yang lemah atau tidak ada, prosedur kerja aman yang tidak ditegakkan, kurangnya pengawasan, atau beban kerja dan target yang tidak realistis. Selain itu, pelatihan K3 yang tidak memadai dan tidak berkelanjutan juga bisa menjadi faktor utama.

Bagaimana Cara Mencegah Kecelakaan Kerja?

Upaya pencegahan kecelakaan kerja adalah upaya jangka panjang dan proaktif serta memerlukan komitmen dari semua pihak di tempat kerja. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat digunakan:

Implementasikan Hirarki Pengendalian Risiko

Lakukan pendekatan berlapis untuk mengelola potensi bahaya. Beberapa pendekatan ini meliputi eliminasi (menghilangkan bahaya), substitusi (mengganti sumber bahaya dengan alternatif yang lebih aman), rekayasa teknik, pengendalian administratif, serta penerapan Alat Pelindung Diri (APD).

Kembangkan Budaya K3 yang Kuat

Kembangkan budaya K3 yang kuat dengan dukungan komitmen pimpinan manajemen. Selain itu, libatkan juga partisipasi aktif pekerja dalam identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengembangan solusi K3.

Program K3 yang Komprehensif

Program K3 yang komprehensif bisa dibentuk dengan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), pelatihan K3, inspeksi dan audit, serta pemeliharaan peralatan. Perusahaan juga perlu melakukan investigasi kecelakaan ketika terjadi insiden. Selain itu, menjaga kebersihan dan kerapian (good housekeeping) juga dapat membantu.

Mitracomm Sumber Sarana: Layanan Cleaning Service dengan Prosedur yang Aman!

Seperti yang disinggung sebelumnya, menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerja merupakan salah satu pilar utama dalam upaya pencegahan berbagai jenis kecelakaan kerja. Lingkungan yang bersih dan terawat dapat mengurangi berbagai risiko kecelakaan baik itu terpeleset, tersandung, atau meminimalkan paparan terhadap zat berbahaya.

Oleh karena itu, percayakan lingkungan kerja yang bersih dan aman dengan layanan cleaning service dari Mitracomm Sumber Sarana (MSS)! Layanan dari MSS berfokus pada hasil akhir kebersihan dan penerapan prosedur kerja yang aman sesuai dengan standar K3. Dengan personel yang terlatih dan SOP berstandar internasional, MSS siap menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan nyaman untuk Anda.

Untuk informasi selengkapnya, hubungi info@mssid.com sekarang!

Editor: Irnadia Fardila