11 Jul 2025 Muhammad Iqbal Iskandar

Potensi Bahaya di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

Untuk bisa menciptakan lingkungan kerja yang produktif, aman, dan nyaman, perusahaan perlu menggunakan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai fondasi utama. Hal ini penting karena setiap kegiatan pekerjaan yang mungkin tampak sederhana, dapat menjadi sumber bahaya di tempat kerja. Jika diabaikan, maka dapat berujung pada konsekuensi serius, mulai dari cedera ringan, Penyakit Akibat Kerja (PAK), hingga kecelakaan fatal yang dapat merugikan berbagai pihak. Oleh karena itu potensi bahaya di tempat kerja perlu diperhatikan dengan seksama.

Perusahaan perlu melakukan identifikasi bahaya di tempat kerja untuk bisa membuat pekerja lebih waspada, serta untuk menciptakan sistem kerja yang lebih aman dan sehat. Artikel ini akan membahas jenis-jenis bahaya di tempat kerja, apa saja faktor penyebabnya, serta bagaimana identifikasi dan pengendalian bahaya di tempat kerja. Simak artikel berikut ini untuk informasi selengkapnya!

Apa yang Dimaksud Bahaya di Tempat Kerja?

Potensi bahaya di tempat kerja, atau yang biasa disebut dengan workplace hazard adalah segala sumber, situasi, atau tindakan yang berpotensi menyebabkan cedera, penyakit akibat kerja, kerusakan properti, merusak lingkungan kerja, atau kombinasi dari dampak-dampak tersebut. Dalam konsep ini, ‘bahaya’ dan ‘risiko’ memiliki perbedaan definisi. Bahaya merupakan sumber potensi kerugian, misalnya lantai yang basah dan licin. Sementara itu, risiko merupakan kombinasi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau dampak dari kejadian tersebut, misalnya terjatuh atau terpeleset akibat lantai licin.

Apa Saja Faktor Bahaya di Tempat Kerja?

Faktor penyebab potensi bahaya di tempat kerja seringkali berasal dari beberapa aspek dalam lingkungan kerja yang saling berinteraksi. Berikut ini adalah beberapa contoh fakto rutama penyebab timbulnya bahaya di tempat kerja:

Faktor Lingkungan Fisik

Kondisi lingkungan atau area kerja merupakan faktor yang signifikan. Mulai dari pencahayaan yang buruk, suhu dan kelembapan yang ekstrem, kebisingan atau getaran, hingga ventilasi yang tidak memadai. Semua hal tersebut dapat berpotensi menjadi bahaya di tempat kerja dan menimbulkan risiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja.

Faktor Manusia

Selain area kerja, manusia juga dapat menjadi faktor utama bahaya di tempat kerja. Manusia memiliki banyak keterbatasan yang bisa berdampak fatal, misalnya kurangnya pengetahuan dan pelatihan K3, kelelahan fisik dan mental, stres tinggi, kesehatan yang buruk, atau perilaku yang tidak aman.

Faktor Peralatan dan Material

Peralatan yang tidak layak, misalnya mesin tanpa pelindung, atau alat kerja yang sudah rusak adalah sumber bahaya di tempat kerja yang sangat fatal. Tidak hanya peralatan bahan atau material seperti bahan kimia korosif, mudah terbakar, atau beracun juga sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan benar.

Faktor Proses dan Metode Kerja

Faktor bahaya lainnya bisa berasal dari prosedur kerja yang tidak mempertimbangkan aspek keselamatan. Ketidakpatuhan terhadap SOP yang aman, atau metode pengangkatan manual yang salah, atau ritme kerja yang terlalu keras tanpa istirahat juga bisa menjadi faktor.

Apa Saja Potensi Bahaya di Tempat Kerja?

Berdasarkan OSHA (Occupational Safety and Health Administration), terdapat 6 klasifikasi utama dalam workplace hazard, berikut ini adalah penjelasannya:

Safety

Jenis bahaya keselamatan ini umum ditemukan dan sering menyebabkan cedera langsung dan mendadak. Beberapa contohnya adalah terpeleset, tersandung, terjatuh, mesin yang malfungsi, bahaya listrik, ruang terbatas, hingga kebakaran dan ledakan. Semua bahaya ini bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan yang tiba-tiba dan fatal.

Physical

Jenis bahaya fisik merupakan faktor-faktor lingkungan yang dapat membahayakan bagi tubuh meskipun tanpa ada kontak langsung dengan objek. Physical hazard meliputi beberapa contoh seperti kebisingan terus-menerus, getaran dari mesin.kendaraan, suhu ekstrem, radiasi pengion atau non-pengion, serta pencahayaan yang tidak memadai.

Ergonomic

Masalah ergonomis terjadi ketika desain pekerjaan, peralatan, atau lingkungan kerja tidak efisien dan tidak sesuai dengan kapabilitas kognitif dan fisik pekerja. Hal ini dapat menyebabkan ketegangan dan cedera muskuloskeletal. Contoh dari bahaya ergonomis di tempat kerja adalah gerakan berulang, postur janggal, mengangkat beban terlalu berat, atau desain workstation yang buruk.

Organization

Organization hazard berkaitan dengan cara kerja, pengorganisasian, serta pengelolaan pekerjaan. Selain itu, konteks sosial dan ekonomi pekerjaan juga dapat berpotensi menyebabkan stres kerja. Beberapa contohnya adalah beban kerja yang terlalu tinggi/rendah, tenggat waktu tidak realistis, kurangnya kontrol atas pekerjaan, ketidakjelasan peran, hingga kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.

Chemical

Jenis bahaya ini berasal dari paparan terhadap zat kimia dalam bentuk padat, cair, gas, uap, kabut, asap, ataupun debu yang dapat membahayakan kesehatan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Di dalam kategori ini juga termasuk bahan-bahan mudah terbakar dan mudah meledak.

Biological

Bahaya biologis disebabkan oleh organisme hidup atau produknya yang dapat menyebabkan penyakit atau reaksi alergi tertentu. Beberapa contohnya antara lain adalah bakteri, virus, jamur dan lumut, parasit, serta gigitan atau sengatan serangga dan hewan.

Bagaimana Cara Identifikasi dan Mengatasi Bahaya di Tempat Kerja?

Untuk bisa mengatasi bahaya di tempat kerja, perlu dilakukan tahap identifikasi bahaya, lalu dilanjutkan dengan pengendalian bahaya berdasarkan hirarki prioritas. Berikut ini adalah penjelasannya:

Identifikasi

Proses identifikasi meliputi inspeksi rutin kondisi dan praktik kerja, analisis laporan insiden, pelaksanaan kajian seperti Job Safety Analysis (JSA) dan melibatkan spesialis K3.

Pengendalian

Pengendalian bahaya dapat ditentukan berdasarkan hirarki prioritas dari solusi permanen hingga pelindung. Urutannya adalah eliminasi bahaya, substitusi sumber ke alternatif yang lebih aman, rekayasa teknik, pengendalian administratif, lalu penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

Mitracomm Sumber Sarana: Layanan Cleaning Service Profesional dengan SOP K3 Terpercaya

Menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari risiko dan potensi bahaya merupakan tanggung jawab semua pihak. Salah satu aspek penting dalam lingkungan kerja yang aman dan nyaman adalah kebersihan. Dengan kebersihan yang terjaga, berbagai risiko seperti tumpahan, paparan kuman atau bakteri, serta debu atau bahan kimia bisa teratasi.

Mitracomm Sumber Sarana (MSS) merupakan mitra cleaning service terpercaya yang dapat membantu Anda menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan aman. Dengan staf yang terlatih dan SOP K3 yang diterapkan secara ketat, layanan MSS menjamin praktik kerja yang higienis dan efisien.

Untuk informasi selengkapnya tentang layanan kebersihan MSS, hubungi info@mssid.com sekarang!

Editor: Irnadia Fardila